<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d-7157851199588912654', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Thursday, July 28, 2005

Polisi Bongkar Peredaran Telepon Seluler "Aspal"

Jakarta: Polisi membongkar peredaran telepon seluler gelap,
yang biasa dikenal dengan sebutan "BM" (black market) dan dijual tanpa garansi.
"Barang-barang itu sebagian dipasarkan di Roxy Mas Jakarta,"
ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya
Komisaris Besar Syahrul Mamma, Kamis (28/7).
Dikatakannya, awalnya polisi menemukan pedagang yang menawarkan telepon seluler "BM".
Perbedaan harganya dibandingkan dengan merek resmi mencapai Rp 500-700 ribu.
Polisi lalu meminta keterangan FH, pedagang di Roxy Mas yang ditetapkan menjadi tersangka.
FH mengaku mendapatkan barang dari AT, perakit yang didatangkan oleh EW dari Singapura.
Sumber Tempo menuturkan, barang-barang tersebut dibeli dari daerah Cleamenti, Singapura.
Barang-barang dikirimkan ke Indonesia secara terpisah sehingga pajaknya menjadi lebih murah.
Di Indonesia barang ini dirakit kembali sebelum dijual.
Perakitan diduga dilakukan di sebuah apartemen di kawasan Jembatan Dua, Jakarta Barat.
Selama dua pekan pengamatan, polisi mendapati beberapa mobil boks keluar masuk
dari halaman apartemen itu. Pada 20 Juli 2005 sekitar pukul 15.00 WIB, polisi memergoki
mobil boks yang mengangkut telepon seluler merek Nokia.
Dari keterangan sopir mobil books itulah polisi mendapati kegiatan perakitan berbagai tipe.
Ratusan telepon seluler ?BM? pun disita, di antaranya bertipe 3220, 3230,
6600, 6020, 7610, 3200, 3100, dan 1100.
Sampai saat ini ketiga tersangka tidak ditahan. Status kejelasan mengenai penahanannya
akan menunggu hasil penyelidikan dari Pelabuhan Tanjung Pinang,
Kepulauan Riau, tempat barang-barang tersebut tiba dari Singapura ke Indonesia
tanpa dilengkapi dokumen. Saat ini tim dari Polda Metro Jaya sudah berangkat
ke Riau untuk penyelidikan kasus ini.
.Indriani
Dikutip dari: (TEMPO Interaktif )

0 Comments:

Post a Comment

<< Home