<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d-7157851199588912654', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Saturday, July 30, 2005

RI Protes Keras, Kapal Malaysia Masuk Pulau Jemur.

JAKARTA--MIOL: Pemerintah Indonesia menyatakan protes keras terhadap insiden pelanggaran wilayah kedaulatan RI oleh Kapal Diraja Malaysia Knembela-14 di sekitar perairan Pulau Jemur di Sumatera Utara pekan ini.
Jakarta juga akan meminta Kuala Lumpur mengekstradisi sejumlah nelayan Malaysia yang sempat ditangkap oleh Kepolisian Indonesia di perairan Sumatera Utara, namun dilepaskan di tengah tekanan keberadaan Angkatan Laut Malaysia.
Juru Bicara Deplu-RI, Yuri Oktavian Thamrin, di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa pada Jumat siang Deplu memanggil duta besar Malaysia untuk Indonesia ke Gedung Deplu di Pejambon, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan protes tersebut.
"Hari ini Deplu memanggil Dubes Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan protes kita," kata Yuri.
Yuri mengatakan Pemerintah Indonesia akan meminta otoritas Malaysia menindak tegas para tentara Malaysia yang telah melanggar wilayah kedaulatan RI dan terlibat dalam insiden, yang akhirnya memaksa kepolisian Indonesia melepaskan nelayan Malaysia yang mereka tangkap.
"Jika benar terjadi pelanggaran wilayah laut kita, tentu kita akan minta ada tindakan disiplin yang dilakukan terhadap para prajurit Malaysia yang terlibat dalam insiden itu," kata Yuri.
Deplu juga akan meminta Pemerintah Malaysia untuk mengekstradisi para nelayan Indonesia yang sempat ditangkap Kepolisian Malaysia untuk diadili di Indonesia.
"Pada waktunya nanti kita akan minta dilakukan ekstradisi terhadap ketiga awak trawler yang ditengarai melakukan illegal fishing di kawasan kita," tegasnya.
Indonesia dan Malaysia telah memiliki Perjanjian Ekstradisi tahun 1974.
Tentang insiden Rabu lalu, Yuri mengutip laporan yang diterima Deplu dari kepolisian Indonesia bahwa kapal patroli polisi RI bernomor 201 yang dinakhodai Brigadir Kasdi memang terlibat insiden dengan kapal milik
Malaysia.
Awalnya, ujar Yuri, kapal patroli RI yang sedang berada di sekitar 26 mi laut dari Pulau Jemur mendapati ada tiga kapal trawler (penangkap ikan) Malaysia, yang ditengarai tengah mencuri ikan.
"Oleh karena itu, untuk menegakkan kedaulatan laut, tentu kapal trawler
itu kita tangkap dan ketika dibawa ke arah Belawan (di Sumatera Utara, red), ada kapal Diraja Malaysia, KD Knembela dengan nomor lambung 14," katanya.
Ia tidak menjelaskan lebih lanjut insiden yang terjadi, namun informasi sebelumnya dari berbagai sumber dilaporkan bahwa saat kapal patroli Indonesia sedang menggiring ketiga kapal nelayan Malaysia menuju pelabuhan terdekat, tiba-tiba KD Knembela-14 dan helikopter Malaysia M-502 datang mendekati kapal patroli RI.
Para nelayan kapal Malaysia itu mempergunakan kehadiran Knembela-14 dan helikopter M-502 untuk melepaskan diri dengan cara kekerasan.
Kapal milik polisi perairan Polda Sumut itu, yang konon berukuran kecil karena awaknya hanya enam orang, akhirnya melepaskan para nelayan setelah terlibat adu argumentasi dengan tentara AL Malaysia.
Sementara itu, seperti dikutip The Jakarta Post, Direktur Kepolisian Air Mabes Polri, Brigjen Pol N. Sutisna, mengatakan "Kita akhirnya melepaskan para nelayan itu karena dipaksa di bawah todongan senjata pelaut Malaysia. Mereka mengintimidasi kita dan meminta petugas (kapal patroli Polda Sumut) naik ke atas kapal Angkatan Laut Malaysia," katanya.
(Ant/OL-03)
dikutip dari: Media Indonesia

0 Comments:

Post a Comment

<< Home