<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d8987670759279455026', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Thursday, July 28, 2005

Suram, Masa Depan PTS di DIY

Yogyakarta, CyberNews. Akibat menurunnya minat lulusan SMA meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di DIY, masa depan sejumlah perguruan tinggi swasta bakal suram. Selain itu, kemungkinan masuknya PT asing semakin mengancam keberadaan PTS di Kota Pelajar.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) DIY Sugiyanto mengungkapkan kondisi tersebut kepada wartawan di kantornya, Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Kamis (28/7). ''Bukan hanya PTS yang terancam dengan masuknya PT asing tetapi juga PTN,'' ujar Sugiyanto.
Saat ini di DIY terdapat 108 PT anggota Aptisi. Dia nelihat dari jumlah itu, sekitar 50 persen merupakan PT kecil dan sangat kecil. Kriteria kecil, jelasnya, tiap program studi mempunyai mahasiswa 100 atau kurang setiap tahunnya. ''Mereka yang kecil ini tergolong susah, bukan berarti mau bubar tetapi ke depannya memang semakin sulit,'' katanya.
Dia mengimbau sebaiknya pemerintah tidak tergesa-gesa menandatangani kesepakatan pasar bebas. Dunia pendidikan menjadi pertimbangan yang harus mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya hanya beberapa PT saja yang siap menyambut pasar bebas.
Perguruan tinggi yang siap menghadapi masuknya PT asing menurutnya hanya yang sudah besar dan mapan. Belum tentu PTN saja sebab masih banyak PTN di luar Jawa yang juga bakal kedodoran untuk bersaing dengan pihak asing.

Dikutip dari: (Suara Merdeka Kamis, 28 Juli 2005 : 21.21 WIB)


0 Comments:

Post a Comment

<< Home