<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d-7157851199588912654', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Wednesday, August 31, 2005

Tedjowulan Duduki Keraton Surakarta

SOLO - Perseteruan raja kembar, antara KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan, dalam memperebutkan tahta Keraton Surakarta Hadiningrat, Senin kemarin, mencapai klimaksnya. Ancaman kubu Tedjowulan untuk menduduki keraton benar-benar dibuktikan. Sehari menjelang ritual tingalan jumenengan yang direncanakan digelar hari ini, kubu Tedjowulan telah menduduki keraton dengan paksa. Bahkan Tedjowulan yang mengatasnamakan SISKS Paku Buwono XIII, memimpin langsung pendudukan itu.
Sekitar pukul 19.15, pendukung Tedjowulan berhasil membuka pintu gerbang utama Kori Kamandungan yang menjadi salah satu simbol keraton. Pembukaan pintu secara paksa dilakukan setelah keinginan mereka untuk bertemu KGPH Hangabehi tidak kesampaian. Mereka datang sekitar pukul 15.30, setelah upacara ritual pemberian (paringan) gelar keraton yang dilakukan Hangabehi selaku SISKS Paku Buwono XIII selesai.
Sementara itu hingga pukul 23.00, situasi di luar kompleks keraton masih mencekam. Pihak keamanan mencoba menetralisir keadaan dengan menutup pintu gerbang dan pintu sebelah timur. Seluruh warga Baluwarti yang masih berkerumun di halaman Kori Kamandungan diusir.
Buka Paksa
Peristiwa pendudukan bermula ketika seusai doa bersama di depan pintu gerbang Kori Kamandungan, pengikut Tedjowulan yang dipimpin GPH Suryo Wicaksono menuju ke pintu Sasana Putra yang terletak beberapa meter di sebelah barat. Dengan suara gaduh, mereka membuka paksa pintu tersebut. Mereka memanjat dinding Kori Talangpaten, lalu masuk dan membuka pintu gerbang Kori Kamandungan.
Begitu dibuka, Tedjowulan bersama para pengikutnya, beberapa di antaranya mengenakan ikat kepala putih bertuliskan STJW (singkatan Sinuhun Tedjowulan) masuk. Tampak di antara mereka KRMT Rudy Subanindra. Ketika GRAy Kus Indriyah datang melihat situasi, suasana menjadi ricuh dan tidak terkendali. Antara Kus Indriyah dan Suryo Wicaksono saling meludahi dan berusaha melayangkan pukulan.
Tak lama kemudian, polisi datang dan berhasil masuk serta meredam situasi. Selain meredam situasi tiga truk aparat Dalmas Polresta Surakarta yang masuk ke keraton juga membentuk pagar betis Kori Srimanganti, pintu utama menuju Sasana Sewaka tempat raja bertahta, sebelum rombongan kubu Tedjowulan masuk. Karena Kori Srimanganti tertutup rapat, Tedjowulan dan pengikutnya duduk di ruang tamu dekat Bangsal Smarakata.
Menurut Tedjowulan, kedatangannya untuk bertemu saudaranya, KGPH Hangabehi, berkaitan dengan keadaan Keraton Surakarta belakangan ini. Keinginan itu muncul dari dorongan semua pihak. Pada dasarnya dia ingin menyelesaikan persoalan yang ada. Kalau bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Langkah-langkah itu, kata dia, mungkin tidak bisa direalisasikan sekarang, sebab belum diketahui penyebabnya. ''Kami ingin lihat sebenarnya ada apa? Kalau bisa, penyelesaian ditempuh dengan cara-cara yang baik. Kalau hari ini tidak diizinkan bertemu Gusti Behi (Hangabehi-Red), kami akan menunggui sampai batas waktu yang tidak terbatas. Sebab kuncinya hanya pada Gusti Behi dan tidak siapa-siapa.''
Sementara itu, salah satu kerabat keraton, KP Satriyo Hadinagoro yang juga panitia tingalan jumenengan mengaku sedih dengan adanya peristiwa itu. Ia mengatakan, biar masyarakat yang menilai. Sebab sebelumnya ada kesepakatan yang disaksikan Muspida Surakarta.
''Tapi yang jelas dengan peristiwa ini masyarakat bisa menilai sendiri,'' tandasnya.
Bagaimana dengan kelanjutan upacara tingalan jumenengan yang menurut rencana digelar hari ini? Sebagai ketua panitia, dia menyatakan, hingga semalam belum ada rencana untuk menunda atau meniadakan. Sebab, semua tahapan dan rencana menjelang upacara itu hingga semalam tetap berjalan.
Di lain pihak jajaran Polresta Surakarta yang di-back-up Polwil Surakarta melakukan penyisiran ke dalam wilayah keraton, guna mencari barang bukti yang dibawa massa pendukung Tedjowulan. Beberapa pentungan, bendera serta sempalan papan kayu pintu Sasana Putra, ditemukan petugas di lokasi kejadian. Barang bukti itu selanjutnya dibawa ke Mapolresta untuk diamankan.
Kapolresta Surakarta AKBP Oneng Subroto, didampingi Kasat Reskrim AKP Djoko Tjahjono menjelaskan, untuk mencegah masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab, aparat kepolisian melakukan razia KTP terhadap mereka yang berada di lingkungan keraton. ''Orang-orang yang kami curigai kami periksa KTP-nya. Mereka memang tidak kami amankan, tapi jati dirinya tetap kami catat,'' paparnya.
Bila di kemudian hari ditemukan tindak kriminal di lingkungan cagar budaya itu, maka mereka yang dicurigai serta tercatat identitasnya tersebut akan dimintai keterangan. ''Kami juga masih menanti datangnya laporan resmi dari pihak yang dirugikan.''

dikutip dari: Suara Merdeka

Monday, August 15, 2005

Jateng Masih Hadapi Masalah Pendidikan dan Pengangguran

Semarang, CyberNews. Dalam usianya yang menginjak tahun ke-55, Provinsi Jateng masih menghadapi sejumlah persoalan. Menurut Gubernur H Mardiyanto, permasalahan paling utama yang masih memerlukan pemikiran dan pemecahan bersama adalah tingkat pengangguran yang relatif masih tinggi, banyaknya penduduk miskin, serta belum optimalnya pendidikan dan pelayanan dasar kesehatan.
''Selain itu juga dihadapkan pada persoalan penanganan penyakit masyarakat, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), serta penyalahgunaan obat terlarang, narkotika, dan zat adiktif lainnya, yang juga belum optimal,'' kata Gubernur dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Ke-55 Provinsi Jateng di halaman Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (15/8).
Upacara peringatan hari jadi yang mengambil tema ''Dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Kita Mantapkan Kemandirian Jawa Tengah Melalui Peningkatan Kapasitas Daerah'' tersebut, juga dihadiri Ny Hj Effy Mardiyanto, Wagub dan istri, Ny Hj Zaimatun Ali Mufiz, Sekda yang juga Ketua Panitia Hari Jadi, Mardjijono, Wakil Ketua DPRD Abdul Kadir Karding, muspida, para bupati/wali kota, dan tokoh masyarakat.
Untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada, lanjut Gubernur, tidak ada jalan lain kecuali harus sama-sama memberdayakan dan mendayagunakan potensi diri secara cermat dan tepat dengan dilandasi semangat dan jiwa enterpreneurship yang tinggi. ''Ini agar kita semua mampu meningkatkan daya saing dan tawar yang tinggi di era global.''
Dia mengungkapkan, prioritas utama bidang ekonomi sebagai pilar untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat perlu mendapat dukungan dari masyarakat. Kaitannya dengan hal itu bisa dilakukan pembangunan pertanian dalam arti luas, industri kecil menengah/usaha kecil menengah (IKM/UKM) berbasis ekspor, dan pengembangan pariwisata yang berorientasi kemasyarakatan.
Gubernur mengingatkan, Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Jateng harus terus berupaya mengembangkan program pembangunan, menggali anggaran, dan mengakomodasikan berbagai aspirasi warga. Namun demikian, tanpa adanya kepedulian, rasa handarbeni, dan partisipasi masyarakat, program yang sudah tersusun dan didukung anggaran besar, akan sia-sia.
Untuk itu, dalam peringatan hari jadi tahun ini, pihaknya mengajak seluruh warga Jateng untuk tetap meningkatkan iman dan takwa pada Tuhan, serta menjaga keamanan dan ketentraman. Yang tidak kalah penting, juga senantiasa mengembangkan budaya koordinasi, komunikasi, dan kerja sama sinergis sak yeg saeko proyo, dengan menjunjung tinggi falsafah ''berat sama dipikul, ringan sama dijinjing'' dalam mengatasi berbagai persoalan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan hadiah lomba, tali asih, berbagai penghargaan, serta penyematan Satya Lencana Karya Satya untuk 10, 20, dan 30 tahun pengabdian.

dikutip dari: Suara Merdeka

Tuesday, August 09, 2005

Gizi Buruk Hanya Dianggarkan Rp 1 M

SEMARANG - DPRD Jawa Tengah gagal menganggarkan biaya revitalisasi pos pelayanan terpadu (posyandu). Padahal revitalisasi posyandu sering disuarakan para pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, setelah merebaknya gizi buruk dan polio. Sementara itu, dalam perubahan APBD 2005, penanganan gizi buruk hanya dianggarkan Rp 1 miliar.

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jateng mengakui kegagalan tersebut. Menurut anggota Fraksi PAN, Riza Kurniawan, meski fraksinya memperjuangkan bantuan Rp 1 juta setiap desa di Jawa Tengah untuk revitalisasi posyandu, namun karena kurangnya dukungan politik dalam rapat-rapat di lembaga perwakilan, usulan itu gagal direalisasikan.

''Dalam pembahasan perubahan APBD 2005 Jateng, kami mengusulkan itu,'' kata dia di Semarang, Minggu (7/8).

Fraksi PAN berharap, dalam APBD mendatang, pemerintah agar lebih peduli terhadap permasalahan gizi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak balita. Anggota Fraksi PAN lainnya, Thontowi Jauhari menambahkan, perbaikan gizi bagi mereka, adalah investasi cerdas bagi masa depan bangsa.

Dalam bidang kesehatan, Fraksi PAN prihatin karena permasalahan gizi buruk balita hanya dianggarkan Rp 1 miliar dalam pembahasan perubahan APBD. Itu pun muncul dalam rapat panitia anggaran, karena sebelumnya gubernur tidak mengajukan bersamaan dengan pengajuan rencana APBD perubahan.

''Ini menandakan, derita rakyat belum mampu menyentuh hati para pengambil kebijakan secara signifikan. Mestinya, permasalahan gizi buruk balita dapat dianggarkan sedikitnya Rp 10 miliar. Ini menandakan APBD tidak berpihak kepada rakyat,'' tutur dia.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Noor Rosyadi mengemukakan, fenomena gizi buruk, busung lapar, polio yang ditemukan di Jateng, merupakan fenomena yang terjadi pada masyarakat miskin dengan berbagai latar belakang.

" Karena itu, Fraksi PKB berharap perlu dilakukan kebijakan perbaikan gizi masyarakat melalui peningkatan sarana jaringan dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Khususnya di daerah sulit dan terpencil,'' ungkapnya.

Adapun anggota Fraksi Partai Golkar, Hj Kusdilah T Sudjio mengungkapkan, anggaran gizi buruk yang dialokasikan pada perubahan APBD difokuskan pada revitalisasi posyandu dan membantu pelaksanaan keluarga berencana. Selain itu, salah satu penyebab adanya gizi buruk adalah kurangnya sumber-sumber protein di desa. Karena itu, Fraksi Partai Golkar juga meminta segera dirancang peraturan daerah mengenai lingkungan yang memungkinkan tumbuhnya sumber-sumber protein nabati ataupun hewani.

dikutip dari: Suara Merdeka

Monday, August 08, 2005

Chrisjon Pertahankan Gelar


SYDNEY - Chrisjon berhasil menghentikan langkah penantangnya, petinju Australia Tommy Browne, sekaligus mempertahankan gelar World Boxing Association (WBA) kelas bulu, Minggu.

Chrisjon terlihat mendominasi pertarungan. Dua dari tiga hakim menyatakan petinju kelahiran Banjarnegara itu memimpin tujuh poin, sedang satu hakim lain menyatakan ia unggul lima poin.

Kantung mata kiri petinju Australia itu sobek pada ronde ketiga. Dia juga memperoleh banyak hukuman pada ronde kesembilan.

Wasit dari Afrika Selatan Stanley Christodoulou pergi ke sudut petinju Australia pada akhir ronde kesembilan pertandingan. Ia menyarankan kepada Browne untuk berhenti bertanding sehingga tidak memperoleh hukuman lebih banyak. Hal itu disetujui oleh pihak Browne. Dengan demikian, Chrisjon dinyatakan menang technical knock out (TKO).

Kemenangan itu menjadi kesuksesan ketiga Chrisjon yang kini berusia 25 tahun, dalam mempertahankan gelarnya. Saat ini, rekor Chrisjon adalah 36 menang, 19 dengan kemenangan KO, satu seri dan belum pernah kalah.

Petinju asal Banjarnegara ini berhasil menundukkan penantang yang berusaha merebut sabuk juara WBA-nya. Browne yang menjadi lawan Chrisjon kali ini, unggul dalam postur tubuh (lebih tinggi) dan jangkauan pukulan. Karena itu, untuk mengantisipasi jangkauan lawan yang lebih panjang, Chris mematangkan persiapan selama dua bulan.

Persiapan matang ini cukup membantunya. Dalam pertandingan, Chrisjon cepat bangkit memperbaiki kesalahan di ronde pertama. Dia pun mulai bergerak seperti biasa. Kelenturan seorang atlet yang pernah mendalami wushu, membantunya untuk menghindari pukulan-pukulan panjang Browne.

Pantas Menang

Terlihat, pukulan petinju Australia itu hanya menemui sasaran kosong. Chrisjon sudah lebih dahulu menghindar dan langsung memberikan jab balasan kepada Browne.

Stamina yang kian terkuras mempengaruhi Browne pada ronde keempat. Sempat ditekan dan dipojokkan Chris ke sudut ring, membuat bawah mata kiri Browne terluka kecil.

Meski demikian, petinju berusia 22 tahun itu masih mampu bertahan dari gempuran pukulan kombinasi Chris. Hal itu tak terlepas dari dukungan penonton yang sebagian besar warga Australia. Mereka meneriakkan yel-yel semangat bagi Browne.

Memasuki ronde ketujuh, meski sempat bangkit dan meladeni Chrisjon, tidak bisa dipungkiri kegarangan Browne tidak lagi seperti di awal pertandingan. Berbeda dengan Chris. Walau kalah jangkauan pukulan, ia stabil menjaga pertahanannya sembari melontarkan pukulan di saat yang tepat.

Betul saja, pada ronde kesepuluh, Browne tak mampu lagi menghadapi Chris. Wasit Christodobolou langsung menyatakan Chris sebagai pemenangnya. Dengan hasil itu, Chrisjon kini membukukan rekor 36-0-1 (20 KO)

''Terima kasih pada semua, Craig, Bob, dan semua orang yang telah mendoakan saya dan penonton Indonesia yang telah hadir di sini (Sydney-Red),'' ujar Chrisjon usai bertanding.

Sementara itu, Browne yang tampak kecewa secara jujur mengakui keunggulan Chrisjon. Baginya bisa melawan Chris yang memang pantas sebagai juara dunia, merupakan pengalaman bagus.

''Dia pantas untuk menang. Saya bangga bisa melawan juara WBA dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan kepada saya. Walau kalah, saya tak akan menyerah dan berhenti,'' tandas Browne
SYDNEY - Chrisjon berhasil menghentikan langkah penantangnya, petinju Australia Tommy Browne, sekaligus mempertahankan gelar World Boxing Association (WBA) kelas bulu, Minggu.

Chrisjon terlihat mendominasi pertarungan. Dua dari tiga hakim menyatakan petinju kelahiran Banjarnegara itu memimpin tujuh poin, sedang satu hakim lain menyatakan ia unggul lima poin.

Kantung mata kiri petinju Australia itu sobek pada ronde ketiga. Dia juga memperoleh banyak hukuman pada ronde kesembilan.

Wasit dari Afrika Selatan Stanley Christodoulou pergi ke sudut petinju Australia pada akhir ronde kesembilan pertandingan. Ia menyarankan kepada Browne untuk berhenti bertanding sehingga tidak memperoleh hukuman lebih banyak. Hal itu disetujui oleh pihak Browne. Dengan demikian, Chrisjon dinyatakan menang technical knock out (TKO).

Kemenangan itu menjadi kesuksesan ketiga Chrisjon yang kini berusia 25 tahun, dalam mempertahankan gelarnya. Saat ini, rekor Chrisjon adalah 36 menang, 19 dengan kemenangan KO, satu seri dan belum pernah kalah.

Petinju asal Banjarnegara ini berhasil menundukkan penantang yang berusaha merebut sabuk juara WBA-nya. Browne yang menjadi lawan Chrisjon kali ini, unggul dalam postur tubuh (lebih tinggi) dan jangkauan pukulan. Karena itu, untuk mengantisipasi jangkauan lawan yang lebih panjang, Chris mematangkan persiapan selama dua bulan.

Persiapan matang ini cukup membantunya. Dalam pertandingan, Chrisjon cepat bangkit memperbaiki kesalahan di ronde pertama. Dia pun mulai bergerak seperti biasa. Kelenturan seorang atlet yang pernah mendalami wushu, membantunya untuk menghindari pukulan-pukulan panjang Browne.

Pantas Menang

Terlihat, pukulan petinju Australia itu hanya menemui sasaran kosong. Chrisjon sudah lebih dahulu menghindar dan langsung memberikan jab balasan kepada Browne.

Stamina yang kian terkuras mempengaruhi Browne pada ronde keempat. Sempat ditekan dan dipojokkan Chris ke sudut ring, membuat bawah mata kiri Browne terluka kecil.

Meski demikian, petinju berusia 22 tahun itu masih mampu bertahan dari gempuran pukulan kombinasi Chris. Hal itu tak terlepas dari dukungan penonton yang sebagian besar warga Australia. Mereka meneriakkan yel-yel semangat bagi Browne.

Memasuki ronde ketujuh, meski sempat bangkit dan meladeni Chrisjon, tidak bisa dipungkiri kegarangan Browne tidak lagi seperti di awal pertandingan. Berbeda dengan Chris. Walau kalah jangkauan pukulan, ia stabil menjaga pertahanannya sembari melontarkan pukulan di saat yang tepat.

Betul saja, pada ronde kesepuluh, Browne tak mampu lagi menghadapi Chris. Wasit Christodobolou langsung menyatakan Chris sebagai pemenangnya. Dengan hasil itu, Chrisjon kini membukukan rekor 36-0-1 (20 KO)

''Terima kasih pada semua, Craig, Bob, dan semua orang yang telah mendoakan saya dan penonton Indonesia yang telah hadir di sini (Sydney-Red),'' ujar Chrisjon usai bertanding.

Sementara itu, Browne yang tampak kecewa secara jujur mengakui keunggulan Chrisjon. Baginya bisa melawan Chris yang memang pantas sebagai juara dunia, merupakan pengalaman bagus.

''Dia pantas untuk menang. Saya bangga bisa melawan juara WBA dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan kepada saya. Walau kalah, saya tak akan menyerah dan berhenti,'' tandas Browne.

dikutip dari:Suara merdeka

Friday, August 05, 2005

Suatu tempat yang menyembunyikan lubang-lubang hitam (black holes), telah ditemukan di sepetak wilayah di jagad raya. Hal ini membenarkan dugaan para astronom bahwa jagad kita ini sesungguhnya dipenuhi sumur-sumur gravitasi gelap itu.
Black hole tidak bisa dilihat secara langsung, karena mereka menghisap cahaya dan benda lain yang berada di sekitarnya. Para astronom mendeteksi keberadaannya dengan mengamati perilaku material di sekelilingnya. Biasanya di sekitar black hole ditemukan gas-gas yang menjadi sangat panas dan bergerak cepat - hampir secepat cahaya - sebelum akhirnya terhisap ke dalam black hole. Aktivitas penghisapan ini sekaligus memancarkan sinar-X yang melepaskan diri dari genggaman black hole.
Black hole-black hole yang aktif akan makan dengan rakus sehingga di sekitarnya tercipta gulungan awan gas dan debu raksasa. Gulungan awan itu sangat tebal sehingga tidak dapat ditembus teleskop. Ini seringkali menghalangi penelitian terhadap wilayah di sekitar black hole, dan menjadi tidak mungkin bagi kita mengetahui ada apakah di baliknya.
Black hole yang terlalu aktif ini sering disebut quasar. Mereka bisa melahap massa setara dengan ribuan bintang tiap tahun. Beberapa quasar yang jaraknya amat jauh, menunjukkan bahwa mereka telah ada sejak jagad raya masih muda.
Sedikit saja quasar yang sudah diidentifikasi sampai saat ini, dan banyak lainnya sepertinya menunggu ditemukan. Perkiraan ini didasarkan pada banyaknya sinar-X yang dideteksi dalam survey angkasa luar. "Dari penelitian-penelitian sebelumnya yang melibatkan sinar-X, kami menduga ada banyak quasar tersembunyi, tapi kami tidak berhasil menemukannya," kata pemimpin study Alejo Martínez-Sansigre dari Universitas Oxford, Inggris.
Tapi observasi baru-baru ini menggunakan Teleskop Ruang Angkasa Spitzer NASA berhasil menembus debu dan gas untuk mencari quasar yang tertutup awannya sendiri. Spitzer, yang mencari sinar infra merah, menemukan 21 quasar di suatu bidang yang tampak kecil bila kita memandang langit.
"Nah, bila ke 21 quasar itu kita kalikan dengan bidang-bidang serupa lain di langit, maka akan banyak sekali quasar di sana," ujar anggota tim peneliti Mark Lacy dari Spitzer Science Center di Institut Teknologi California. "Ini berarti sebagian besar black hole raksasa di jagad sebenarnya tak tampak karena disembunyikan awan sekitarnya."
dikutip dari: kompas

Bulan Mengendung Elemen Udara Bumi

Tanah bulan tenyata mengandung banyak nitrogen yang berasal dari atmosfer Bumi purba, demikian kata ilmuwan Jepang yang hasil penelitiannya ditulis dalam jurnal Nature.
Para peneliti yang melakukan analisis terhadap tanah bulan yang dibawa oleh misi pesawat ulang alik Apollo, percaya bahwa atom-atom nitrogen meloncat keluar dari lapisan atmosfer Bumi paling atas.
Ion-ion ini kemudian memenuhi seluruh permukaan Bulan sesaat setelah Bumi dan bulan sebagai satelitnya terbentuk dan saling berdekatan.
Meskipun demikian, mereka berteori bahwa hal ini dapat terjadi sebelum Bumi memiliki medan magnet, suatu fenomena yang menyebabkan pusaran besi panas mulai mengelilingi inti Bumi. Hipotesis ini dapat menerangkan misteri tentang permukaan Bulan yang sudah terpendam cukup lama.
Bulan terbentuk pada temperatur yang tinggi dan seharusnya bebas dari elemen-elemen ringan yang mudah menguap seperti nitrogen, karbon, hidrogen, dan enam gas mulia, helium, neon, argon, kripton, radon, dan xenon. Tapi, seluruh elemen ini ditemukan pada tanah bulan.
Hal ini menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut berasal dari sumber di luar. Makalah penelitian ini ditulis oleh Minoru Ozima dari Sekolah Tinggi Bumi dan Ilmu Planet, Universitas Tokyo.
dikutip dari: kompas

Dana Bantuan Sekolah Rp 5,6 Triliun Dikucurkan

Jakarta, Dana Bantuan Operasional Sekolah (Dana BOS) sebesar Rp 5,6 triliun telah dikucurkan Departemen Keuangan untuk didistribusikan ke seluruh provinsi. "DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Dana BOS untuk masing-masing provinsi telah turun beberapa hari lalu dari Departemen Keuangan," kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, usai melaporkan hal itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden, Kamis (4/8) sore.

Dengan turunnya dana tersebut, kata Bambang, diharapkan dalam dua sampai tiga pekan ke depan sudah dapat diterima di rekening masing-masing sekolah atau madrasah negeri di seluruh provinsi.Dana BOS ini, kata Bambang, disalurkan langsung oleh pemerintah pusat melalui bank-bank atau kantor pos ke rekening masing-masing sekolah.
"Tidak melalui rekening Depdiknas, juga tidak melalui rekening provinsi, kabupaten atau kota," ujarnya.

Dana yang dikucurkan itu, antara lain dapat digunakan sekolah untuk membeli buku guna melengkapi perpustakaan sekolah. Hal ini juga terkait dengan Peraturan Mendiknas tentang perbukuan yang dikeluarkan belum lama ini di mana sekolah tidak lagi dapat menjual buku kepada siswa.Selain Dana BOS, pemerintah juga sekaligus mengucurkan Dana Bantuan Khusus Murid (BKM) sebesar total Rp 320 miliar.
dikutip dari: Tempo Interaktif

Koordinator JIL Hormati Somasi FUI

Jakarta, CyberNews. Koordinator Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdala menyambut baik dan menyatakan hormat terhadap somasi yang dilayangkan Forum Umat Islam (FUI) terhadap dirinya dan sejumlah pihak yang menentang fatwa Majelis Ulama Indonesia.
"Saya hormati somasi itu. Bagi saya somasi itu bagus, yang jelek adalah tindak kekerasan," kata Ulil di sela peringatan ulang tahun ke-65 KH Abdurrahman Wahid di kediamannya Ciganjur Jakarta Selatan, Kamis (4/8) malam.
Ulil mengatakan, Indonesia adalah negara hukum karena itu jika ada persoalan sudah sewajarnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan sebaliknya mengambil tindakan sendiri. Semestinya, kata Ulil, pihak-pihak yang tidak setuju dengan pengikut Ahmadiyah menempuh jalur hukum seperti dengan menyampaikan somasi bukan melakukan penyerangan ataupun ancaman kepada Jemaah Ahmadiyah Indonesia.
Sebelumnya, dalam pernyataan FUI yang ditandatangani 31 organisasi Islam, menyebutkan akan melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang dinilai telah menodai agama. Untuk melakukan somasi tersebut, FUI menunjuk kuasa hukum yang terdiri dari Eggy Sudjana, Luthfi Hakim, dan Muhammad Asegaf.
Menurut Eggy Sudjana, pihaknya akan mengenakan pasal 156 A KUHP terhadap Ulil dan sejumlah pihak lain yang mereka anggap melakukan penodaan terhadap agama termasuk penistaan terhadap fatwa MUI.
dikutip dari: Suara merdeka

25-35 Persen PTS di Jateng Kolaps

Surakarta, CyberNews. Sekitar 25-35 persen dari total perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah, dalam lima tahun terakhir diperkirakan kolaps dan terancam mati. Namun menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jateng Prof Dr HS Brodjo Sudjono SH MS, angka pastinya tidak ada.
''Memang banyak yang kolaps, tapi angkatnya tak pernah ada. Sebab jika ada PTS yang mati, nampaknya Pemerintah hanya innalillahi saja. Nggak ada reaksi. Prosentase yang kolaps itu berkisar 25-35 persen. Jadi ada yang memang sudah mati, ada yang koma, dan ada yang masuk ICU,'' katanya, di sela-sela menghadiri pelantikan Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Kamis (4/8).
Rektor baru UTP untuk periode 2005-2009 yang dilantik Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Pembangunan (YPTTP) Drs H Soenarso di Kampus Pusat, kawasan Balekambang adalah Ir Joko Pratikto MT. Sebelumnya Joko menjabat rektor antarwaktu di kampus itu.
Secara tegas, Prof Brodjo mengemukakan, kematian PTS-PTS antara lain karena faktor tidak mendapat mahasiswa akibat banyaknya program yang dibuka perguruan tinggi negeri. Akibatnya, meski tidak masuk melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nasional, para calon mahasiswa itu bisa tetap masuk lewat program lain, seperti nonreguler.
''Wong sudah 25-35 Persen PTS di Jateng Kolaps lulus SPMB Nasional kok masih ditampung di program-program baru, ada swadana, ekstensi, dan lainnya. Padahal itu bom waktu, nantinya pasti akan terjadi konflik internal di antara para pengelola PTN itu. Sebab, perguruan tinggi di Indonesia tidak dikonstruksi untuk menerima mahasiswa sangat banyak,'' tandasnya.
PTS ruko
Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof Drs Mustafid MEng PhD berharap, PTS-PTS mempunyai keunggulan masing-masing, sehingga nantinya siapa yang tidak diterima di PTN akan tertarik masuk ke PTS itu. ''PTS di Jateng itu ada yang kecil, sedang berkembang, dan ada yang sudah mapan yang kualitasnya tak kalah dengan PTN. Jumlah PTS di Jateng ada 209, terdiri atas universitas, akademik, sekolah tinggi. Memang ada beberapa yang dikategorikan cukup baik,'' katanya.
Disinggung tentang PTS-PTS yang menggunakan ruko sebagai kampus, dia menyatakan, kopertis sudah mulai melakukan pembenahan. Yakni tidak memperbolehkan PTS-PTS yang menggunakan ruko, dan harus segera membangun kampus sesuai rencana pendiriannya. ''Kalau di ruko, jelas kualitasnya tidak bisa diharapkan,'' tandasnya.
Dia menambahkan, calon mahasiswa sebenarnya cukup banyak. Tapi karena kondisi ekonomi masyarakat sekarang belum sepenuhnya membaik, maka dia berharap agar PTS bisa beri gambaran, setelah lulus kira-kira nanti mahasiswanya mau bekerja ke mana. Sehingga ada peningkatan proses belajar mengajar yang bagus dan berkualitas.( setyo wiyono/cn05 )
dikutip dari: Suara merdeka

Cisco website breached, passwords reset

Security at Cisco Systems remained front and centre as the company confirmed that it had to reset all passwords to its website because of a vulnerability in the search tool at Cisco.com.
Beginning early Wednesday [US], registered users who tried to log in were greeted with a page that began "Cisco has determined that Cisco.com password protection has been compromised". The warning said that all passwords had been reset as a precaution, and then instructed users to email Cisco for their new password. Failing an answer in five minutes, users were told to call technical support.
One Cisco user who contacted TechWeb reported that he had followed those instructions, and when he hadn't received an email with his new password after 45 minutes, phoned technical support. There he said he was told that the system had suffered a "security breach" and that Cisco was working on the problem.
A Cisco spokesman wouldn't confirm or deny that a breach took place.
"A potential vulnerability was reported by a third party that could expose passwords for registered users," said Cisco's John Noh. "We researched and fixed the problem, and as a precautionary measure, reset all passwords.
"We don't believe any passwords were compromised," he added.
Calls to Cisco's toll-free technical support line were on longer-than-usual hold times due to the volume of calls from users seeking information and new passwords. Because of that, Cisco said in a security advisory posted to its website, "registered Cisco.com users may experience delays in receiving the new passwords".
Noh couldn't offer a timeline when users might receive their new passwords, but said all levels of the company were working on it "as quickly as possible".
This is the second black eye for Cisco in as many weeks. Last week, a former researcher with Internet Security Systems (ISS) spoke at the Black Hat conference and revealed new exploit techniques on existing vulnerabilities within Cisco's routers and switches. Cisco sought, and was given, an injunction to muzzle the researcher, and took a public relations beating at the hands of security researchers and analysts.
Cisco denied that the password gaffe could be traced to a Cisco product vulnerability.
"This incident does not appear to be due to a weakness in Cisco products or technologies," the company said in a statement.

dikutip dari: itnews

Tuesday, August 02, 2005

King Fahd Passes Away

JEDDAH, 2 August 2005 — Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd, statesman and peacemaker, passed away yesterday following a prolonged illness, the Royal Court announced. Crown Prince Abdullah succeeded him as the new king of Saudi Arabia.
“With deep sorrow and sadness, the Royal Court in the name of His Highness Crown Prince Abdullah and all family members and on behalf of the entire nation announces the death of Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd following an illness,” an official statement said.
Prince Sultan has been named the new crown prince.
“Members of the royal family have pledged allegiance to Crown Prince Abdullah as king of the country... and King Abdullah chose Prince Sultan as crown prince... and the family members pledged allegiance to his excellency,” the Royal Court said.
Funeral prayer for the late king will be held at Imam Turki ibn Abdullah Mosque in Riyadh today after Asr prayers, the announcement said, adding that citizens would start pledging their allegiance to King Abdullah and Crown Prince Sultan at the Government Palace in Riyadh tomorrow (Wednesday).
During the succession process, the new king receives pledges of support from tribal leaders, ordinary Saudis, princes, ministers, members of the Shoura Council and leading religious figures.
To avoid traveling to Riyadh, regional governors and other administrative chiefs have been asked to accept condolences as well as pledges of allegiance from citizens in their areas.
King Abdullah said all Cabinet ministers will retain their posts. “All the members of the current Council of Ministers will be maintained in their positions, under our leadership,” said a decree issued by the new king. The royal decree said Prince Sultan, who was named deputy premier, would remain defense minister.
In Washington, the White House said President George W. Bush had offered his condolences to King Abdullah. A US State Department official said King Fahd’s death would not affect bilateral ties. The official said Washington had very good relations with King Abdullah. “Given the late king’s prolonged illness, Abdullah had been running policy and we are used to working with him,” the official told reporters.
King Fahd, who ruled for 23 years, guided Saudi Arabia through the most turbulent period in its history, which saw two Gulf wars. King Fahd leaves behind an economy experiencing its biggest growth in two decades, thanks to a spectacular surge in oil prices.
Several countries announced varying periods of mourning and flew flags at half-mast. An Arab League official said an Arab summit in Egypt, set for Wednesday, would be deferred for up to a week. In Saudi Arabia, recitations of the Qur’an echoed from mosques, radios and television sets but shops and businesses remained open.
King Abdullah, the fifth son of Saudi Arabia’s founder King Abdul Aziz to ascend the throne, is a cautious reformer who has overseen modest economic and political liberalization. He has been successful in leading a major campaign against Al-Qaeda militants blamed for a series of terrorist bombings and shootings across the country.
King Fahd ascended the throne in June 1982, at the height of Saudi Arabia’s economic boom and his reign saw the country making tremendous progress in political, economic, social, educational and other fields.
In 1992 Fahd introduced a written Basic Law of Government, encapsulating existing customs and practices. It explained the succession process, the role and conduct of the Cabinet and the appointment of the Shoura Council. The introduction of Shoura and partial elections to the municipal councils were the late king’s major political achievements.
The establishment of the National Society for Human Rights, the Supreme Economic Council, the Supreme Council for Petroleum and Minerals, the Supreme Commission for Tourism and the Saudi Arabian General Investment Authority as well as the enacting of the new foreign investment and taxation laws and restructuring of ministries were other reforms introduced by the king.
King Fahd was considered a Middle East peacemaker. “He engaged himself for dialogue between the Islamic world and the West with intelligence, far-sightedness and great personal commitment,” German Chancellor Gerhard Schroeder said in a telegram to King Abdullah. “His balanced policies and mediation in the Middle East brought him and Saudi Arabia respect and recognition around the world,” he added.
Perhaps King Fahd’s greatest achievement was bringing Lebanese MPs to the Saudi resort of Taif in 1989 to hammer out an accord to end 15 years of civil war. In Beirut, the government ordered three days of mourning and the closure of public offices to “honor the memory of a great man who always gave support to Lebanon.”
Saudi Arabia and other OPEC members sought to reassure jittery oil markets, saying there was likely to be no change in country’s policy following the death of Fahd. “I cannot imagine that there will be any particular change” in the Kingdom’s internal or external policies, said Prince Turki Al-Faisal, who has been named the new Saudi ambassador to the United States. Asked if this extended to oil policy, he replied: “Absolutely”.
World oil prices jumped above $61 a barrel in London after the announcement of Fahd’s death, although traders said there was no fear of supply disruptions. A senior Saudi oil official said the Kingdom would keep output at levels required to ensure market stability. “Saudi Arabia will not change its oil policy and will work on providing the oil supplies needed by world markets and is keen on avoiding trouble,” said the official.
OPEC President and Kuwaiti Energy Minister Sheikh Ahmed Fahd Al-Ahmed Al-Sabah said he expected the smooth succession in the Kingdom to restore calm to world oil markets after the initial rise in prices.
dikutip dari: Arabnews.com

Belanda Dituntut Minta Maaf kepada Indonesia

Jakarta, CyberNews. Pemerintah Belanda dituntut untuk minta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan, perbudakan, pelanggaran HAM berat dan kejahatan atas kemanusiaan serta mengakui kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
Petisi ini disampaikan Komite Utang Kehormatan Belanda dalam seminar yang dihadiri sejumlah tokoh Angkatan 45 di Jakarta, Senin, yang juga dihadiri sejumlah anggota DPR dan Ketua Komisi I DPR, Theo L. Sambuaga.
Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda, Batara R. Hutagalung, mengatakan, pada peringatan kemerdekaan RI ke-60 mendatang, pelecehan dan penghinaan yang dilakukan Belanda terhadap bangsa Indonesia harus diakhiri.
"Mengapa Belanda sampai sekarang tetap tidak mau mengakui kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, hal ini merupakan pelecehan terhadap kedaulatan RI dan penghinaan terhadap martabat sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat," tegasnya.
Padahal, Belanda sendiri telah menuntut Jepang untuk minta maaf atas korban Perang Pasifik dari 1942-1945, dan PM Jepang Junichiro Koizumi 2 Mei lalu secara resmi telah meminta maaf kepada rakyat Belanda.
Hingga saat ini, Belanda tidak pernah meminta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan serta berbagai pelanggaran HAM berat yang telah mereka lakukan, dan bahkan sama sekali tidak pernah merasa bersalah.
Sepanjang tahun 2002, sejak 15 Maret 2002, Belanda merayakan 400 tahun berdirinya VOC secara besar-besaran untuk mengenang `zaman keemasan Belanda.` Itu berarti, sepanjang 2002, mereka berpesta di atas kemiskinan, kesengsaraan dan kematian ratusan ribu rakyat Indonesia.
"Ini jelas merupakan penghinaan besar terhadap martabat bangsa Indonesia," tegasnya.
Ketua Komisi I DPR, Theo L. Sambuaga, dalam seminar ini sependapat, cukup alasan bagi bangsa Indonesia untuk mendesak agar pemerintah Belanda mengakui proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
Ketegasan sikap pemerintah Belanda ini dinilai penting agar sebagian kecil masyarakatnya, terutama para veteran KNIL yang masih percaya terhadap penjajahan Belanda atas Indonesia, tidak mendapat angin untuk mengkampanyekan pengingkaran Belanda atas RI.
Sikap pemerintah Belanda yang menghindar menghadiri peringatan kemerdekaan RI, menurutnya juga harus diakhiri, kalau memang tidak ada agenda tersembunyi di belakangnya.
"Pemerintah Belanda juga harus memenuhi tututan rakyat Indonesia, agar mereka menyatakan penyesalan dan permintaan maaf secara resmi dan terbuka atas berbagai kekerasan, pelanggaran hukum dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan khususnya selama periode sesudah proklamasi kemerdekaan sampai dengan pengakuan kedaulatan 1949."
Ketua Komisi I DPR berpendapat, tuntutan rakyat Indonesia ini tidak berlebihan dan mengada-ada, sehingga ada keharusan sejarah pemerintah Belanda memenuhinmya.
Adalah cukup bijaksana apabila pemerintah Belanda menggunakan momentum 60 tahun peringatan proklamasi kemerdekaan RI untuk menyatakan secara terbuka rasa penyelesan dan permintaan maafnya kepada rakyat Indonesia, kata Theo.

dikutip dari: Suara merdeka

Hackers Crack Microsoft's Antipiracy System

Windows Genuine Advantage system first exploited within 24 hours of its launch.


Microsoft says that hackers managed to bypass a process it had implemented several days ago to ensure that users of Microsoft's update services possessed legitimate copies of Windows before they could download updates and content from those services.
Advertisement
document.write(pcw_AdRender('iframe','showcase-lg',undefined));

A posting on the Boing Boing blog claimed that a JavaScript command string could bypass a check that Microsoft instituted Wednesday through the Windows Genuine Advantage 1.0 program.
According to the posting, users can override the WGA by pasting the string javascript:void(window.g_sDisableWGACheck='all') in the address bar of their browser and pressing Enter. The code "turns off the trigger for the key check," according to the blog posting.
Quick Work
The WGA program requires users to run a program verifying that their Windows operating system is not pirated, before they can use Microsoft's software update services. Microsoft had been running it as a pilot program since September 2004 but made the validation system a requirement just last Wednesday.
A Microsoft spokesperson conceded on Friday that hackers had indeed succeeded in cracking the WGA program, but said that the software giant will fix the flaw they exploited in an upcoming version of the WGA program.
The exploit came soon after Wednesday's launch of the program, the spokesman said. "Within 24 hours, hackers claimed to have circumvented the process and it appears that they did," he said. "This is a hack that exploits a feature that enables repeat downloads in the same session so that a hacker never has to validate as a genuine user," he said.
The move to lock out pirated copies of Windows from the update sites is part of Microsoft's effort to fight software piracy, a major issue for the software vendor.
Easy Hack?
The Boing Boing hack is not the only way to get around WGA's restrictions.
David Keller, founder of PC consulting and services firm Compu-Doctor in Cape Coral, Florida, was able to change his Internet Explorer settings to bypass WGA when he ran into a flaw in the program that flagged a legitimate product key on a customer's Windows XP Professional Service Pack 2 as invalid.
"The customer was the original owner, no hardware was changed since purchase, nor was Windows ever reinstalled on the system," Keller said in an e-mail to the IDG News Service. WGA had rejected the operating system, nevertheless, thereby preventing Windows Update from working, he said.
Keller wrote that he did not have much luck with Microsoft support technicians, so he found a way to bypass the validation process on his own and moved along with the update. He accomplished this by disabling the Windows Genuine Advantage add-on within his browser's Internet Options. By clicking on Tools/Internet Options/Programs/Manage Add-ons, Keller disabled the WGA add-on. He then exited Internet Explorer and was able to do a Windows Update without completing the validation step.

Elizabeth Montalbano and Robert McMillan, IDG News Service

New Planet Discovered in the Solar System?

A chunk of rock and ice that may be a planet has been discovered in the farthest reaches of the solar system, astronomers announced Friday. The object, currently called 2003 UB313, orbits the sun and is larger than Pluto, traditionally considered the ninth planet in the solar system.
The news came hot on the heels of the announcement of the discovery of a separate planet-like object at the edge of the solar system (see "New Pluto-Size Object Discovered in Solar System")—and amid fears that a rogue astronomer may been attempting to announce the UB313 discovery as his or her own.
The discovery of UB313 is likely to reignite the debate over the definition of "planet"—and over how many objects in the solar system are deserving of the name.
The sequence of events surrounding the UB313 announcement may also change how such objects are announced in the future, according to Brian Marsden, director of the International Astronomical Union's Minor Planet Center in Cambridge, Massachusetts.
UB313 is being called a scattered disk object or an extreme member of the Kuiper belt. The belt is a ring of icy debris that floats on the fringes of the solar system beyond Neptune.
The object is currently about 97 times farther from the sun than Earth is, or about three times farther from the sun than Pluto. Its orbit is more eccentric than Pluto's, taking it from 38 to 97 times the sun-Earth distance over a 560-year period.
UB313 is the farthest known object in the solar system—even further than Sedna, a planetoid discovered nearly two years ago (see "New Planetoid Found in Solar System—Most Distant Yet"). The newfound object is also among the five brightest Kuiper belt objects, as seen from Earth.
The sheer size of the object means that it can only be classified as a planet, according to Mike Brown, an astronomer at the California Institute of Technology in Pasadena, who announced the object's discovery.
Brown made the discovery with Chad Trujillo of the Gemini Observatory on the Mauna Kea volcano in Hawaii, and David Rabinowitz of Yale University in New Haven, Connecticut.
The team had originally planned to report the discovery of UB313 in October after more detailed observations. But they decided on an early announcement after it became clear that savvy Web users could—if they were so inclined—track down UB313 observation data online and use it to claim the discovery as their own, Marsden said.

Planet Debate
Brown and his colleagues are uncertain of the exact size of the object, but its brightness and distance from the sun tell them that it is at least slightly larger than Pluto. At one-fifth the mass of our moon, Pluto is the smallest of the nine planets.
"We are 100 percent confident that this is the first object bigger than Pluto ever found in the outer solar system," Brown said in a media statement.
Marsden, of the Minor Planet Center, said there "isn't much doubt" that 2003 UB313 is bigger than Pluto. However, he rejects the idea that the newly discovered object deserves planet status.
"If anything, it suggests we really seriously should go back to eight [planets in the solar system]—the traditional 19th-century ones," Marsden said.
Pluto was discovered in 1930. At the time, astronomers believed Pluto's mass was equal to Earth's. Since then refinements in measurement techniques have revealed the planet's relatively diminutive size.
Marsden said he proposed in 1999 to include Pluto in the catalog of what is now almost a hundred thousand sequentially numbered small bodies. The move would have effectively stripped Pluto of its status as a planet, at least in some astronomical circles.
The proposal was dropped, however, after objections from a minority of astronomers who wanted to preserve Pluto's historical significance.
Now that an object bigger than Pluto has been discovered, Marsden said, this is an ideal time to rectify matters.
If 2003 UB313 is to be called a planet, then a couple of dozen other Kuiper belt objects should be too, as well as the asteroid Ceres and perhaps a dozen other objects in the asteroid belt, Marsden added.
Discovery and Announcement
Brown, Trujillo, and Rabinowitz first observed 2003 UB313 on October 21, 2003, using the Samuel Oschin Telescope at Caltech's Palomar Observatory in San Diego County, California.
At the time, the object was so far away that its motion went undetected. It wasn't until January of this year that the object's orbital path was uncovered.
Since then the team has been studying UB313 with other telescopes. They planned to announce the discovery in October with more detailed information on its size and composition.
The team was also planning to announce the discovery of another large Kuiper belt object, 2005 FY9, in October.
The announcement of both objects was suddenly moved up to July 29 after an unexpected announcement from another group of astronomers, Marsden said. On July 28 a team led by Jose-Luis Ortiz at the Instituto de Astrofísica de Andalucía in Granada, Spain, had announced to the Minor Planet Center the discovery of 2003 EL61, another planet-like object at the edge of the solar system.
Brown's team also had independently observed EL61 and had posted on a Web site an abstract of a paper on the object on July 19. They plan to present their EL61 paper at an astronomy conference this September in Cambridge, England.
The U.S. astronomers, though, had not reported their EL61 discovery to the Minor Planet Center, which is the official governing body for the recognition of such discoveries.
The Minor Planet Center's Marsden said the timing of the Spanish team's discovery "struck me as a little odd," given that Brown's paper on EL61 had been posted online just ten days earlier. In e-mail discussions with Brown about the issue, the Caltech astronomer told Marsden about the two other objects and asked for advice.
"While he didn't care if the other object might [be] scooped, he did care about the big one [2003 UB313]," Marsden said.
Before Marsden replied to Brown, he learned from a colleague that someone had already calculated the orbits of 2003 UB313 and 2005 FY9. This other party had based his or her calculations on Brown's observation data from a Chilean telescope, which is readily available on the Web.
Marsden shared the information with Brown and urged him to make the announcement July 29.
"We had to assume that the [stranger's use of Brown's data] was malicious and that the person was going to use the information to attempt to claim he had discovered the objects himself. Thus we had to announce late on a Friday afternoon with no preparation," Brown wrote in an e-mail interview.
Marsden does not suspect that Ortiz's team is responsible for the suspected foul play. He also noted that Internet insecurity has made it tougher for scientists to check and double-check their findings before going public.
"It's a little startling to realize that the records of telescope pointings are available on the Internet. There's so much stuff out there that it's hard to keep something you found secret while you really study it and then prepare a proper publication about it," Marsden said.