<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d-7157851199588912654', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Monday, August 08, 2005

Chrisjon Pertahankan Gelar


SYDNEY - Chrisjon berhasil menghentikan langkah penantangnya, petinju Australia Tommy Browne, sekaligus mempertahankan gelar World Boxing Association (WBA) kelas bulu, Minggu.

Chrisjon terlihat mendominasi pertarungan. Dua dari tiga hakim menyatakan petinju kelahiran Banjarnegara itu memimpin tujuh poin, sedang satu hakim lain menyatakan ia unggul lima poin.

Kantung mata kiri petinju Australia itu sobek pada ronde ketiga. Dia juga memperoleh banyak hukuman pada ronde kesembilan.

Wasit dari Afrika Selatan Stanley Christodoulou pergi ke sudut petinju Australia pada akhir ronde kesembilan pertandingan. Ia menyarankan kepada Browne untuk berhenti bertanding sehingga tidak memperoleh hukuman lebih banyak. Hal itu disetujui oleh pihak Browne. Dengan demikian, Chrisjon dinyatakan menang technical knock out (TKO).

Kemenangan itu menjadi kesuksesan ketiga Chrisjon yang kini berusia 25 tahun, dalam mempertahankan gelarnya. Saat ini, rekor Chrisjon adalah 36 menang, 19 dengan kemenangan KO, satu seri dan belum pernah kalah.

Petinju asal Banjarnegara ini berhasil menundukkan penantang yang berusaha merebut sabuk juara WBA-nya. Browne yang menjadi lawan Chrisjon kali ini, unggul dalam postur tubuh (lebih tinggi) dan jangkauan pukulan. Karena itu, untuk mengantisipasi jangkauan lawan yang lebih panjang, Chris mematangkan persiapan selama dua bulan.

Persiapan matang ini cukup membantunya. Dalam pertandingan, Chrisjon cepat bangkit memperbaiki kesalahan di ronde pertama. Dia pun mulai bergerak seperti biasa. Kelenturan seorang atlet yang pernah mendalami wushu, membantunya untuk menghindari pukulan-pukulan panjang Browne.

Pantas Menang

Terlihat, pukulan petinju Australia itu hanya menemui sasaran kosong. Chrisjon sudah lebih dahulu menghindar dan langsung memberikan jab balasan kepada Browne.

Stamina yang kian terkuras mempengaruhi Browne pada ronde keempat. Sempat ditekan dan dipojokkan Chris ke sudut ring, membuat bawah mata kiri Browne terluka kecil.

Meski demikian, petinju berusia 22 tahun itu masih mampu bertahan dari gempuran pukulan kombinasi Chris. Hal itu tak terlepas dari dukungan penonton yang sebagian besar warga Australia. Mereka meneriakkan yel-yel semangat bagi Browne.

Memasuki ronde ketujuh, meski sempat bangkit dan meladeni Chrisjon, tidak bisa dipungkiri kegarangan Browne tidak lagi seperti di awal pertandingan. Berbeda dengan Chris. Walau kalah jangkauan pukulan, ia stabil menjaga pertahanannya sembari melontarkan pukulan di saat yang tepat.

Betul saja, pada ronde kesepuluh, Browne tak mampu lagi menghadapi Chris. Wasit Christodobolou langsung menyatakan Chris sebagai pemenangnya. Dengan hasil itu, Chrisjon kini membukukan rekor 36-0-1 (20 KO)

''Terima kasih pada semua, Craig, Bob, dan semua orang yang telah mendoakan saya dan penonton Indonesia yang telah hadir di sini (Sydney-Red),'' ujar Chrisjon usai bertanding.

Sementara itu, Browne yang tampak kecewa secara jujur mengakui keunggulan Chrisjon. Baginya bisa melawan Chris yang memang pantas sebagai juara dunia, merupakan pengalaman bagus.

''Dia pantas untuk menang. Saya bangga bisa melawan juara WBA dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan kepada saya. Walau kalah, saya tak akan menyerah dan berhenti,'' tandas Browne
SYDNEY - Chrisjon berhasil menghentikan langkah penantangnya, petinju Australia Tommy Browne, sekaligus mempertahankan gelar World Boxing Association (WBA) kelas bulu, Minggu.

Chrisjon terlihat mendominasi pertarungan. Dua dari tiga hakim menyatakan petinju kelahiran Banjarnegara itu memimpin tujuh poin, sedang satu hakim lain menyatakan ia unggul lima poin.

Kantung mata kiri petinju Australia itu sobek pada ronde ketiga. Dia juga memperoleh banyak hukuman pada ronde kesembilan.

Wasit dari Afrika Selatan Stanley Christodoulou pergi ke sudut petinju Australia pada akhir ronde kesembilan pertandingan. Ia menyarankan kepada Browne untuk berhenti bertanding sehingga tidak memperoleh hukuman lebih banyak. Hal itu disetujui oleh pihak Browne. Dengan demikian, Chrisjon dinyatakan menang technical knock out (TKO).

Kemenangan itu menjadi kesuksesan ketiga Chrisjon yang kini berusia 25 tahun, dalam mempertahankan gelarnya. Saat ini, rekor Chrisjon adalah 36 menang, 19 dengan kemenangan KO, satu seri dan belum pernah kalah.

Petinju asal Banjarnegara ini berhasil menundukkan penantang yang berusaha merebut sabuk juara WBA-nya. Browne yang menjadi lawan Chrisjon kali ini, unggul dalam postur tubuh (lebih tinggi) dan jangkauan pukulan. Karena itu, untuk mengantisipasi jangkauan lawan yang lebih panjang, Chris mematangkan persiapan selama dua bulan.

Persiapan matang ini cukup membantunya. Dalam pertandingan, Chrisjon cepat bangkit memperbaiki kesalahan di ronde pertama. Dia pun mulai bergerak seperti biasa. Kelenturan seorang atlet yang pernah mendalami wushu, membantunya untuk menghindari pukulan-pukulan panjang Browne.

Pantas Menang

Terlihat, pukulan petinju Australia itu hanya menemui sasaran kosong. Chrisjon sudah lebih dahulu menghindar dan langsung memberikan jab balasan kepada Browne.

Stamina yang kian terkuras mempengaruhi Browne pada ronde keempat. Sempat ditekan dan dipojokkan Chris ke sudut ring, membuat bawah mata kiri Browne terluka kecil.

Meski demikian, petinju berusia 22 tahun itu masih mampu bertahan dari gempuran pukulan kombinasi Chris. Hal itu tak terlepas dari dukungan penonton yang sebagian besar warga Australia. Mereka meneriakkan yel-yel semangat bagi Browne.

Memasuki ronde ketujuh, meski sempat bangkit dan meladeni Chrisjon, tidak bisa dipungkiri kegarangan Browne tidak lagi seperti di awal pertandingan. Berbeda dengan Chris. Walau kalah jangkauan pukulan, ia stabil menjaga pertahanannya sembari melontarkan pukulan di saat yang tepat.

Betul saja, pada ronde kesepuluh, Browne tak mampu lagi menghadapi Chris. Wasit Christodobolou langsung menyatakan Chris sebagai pemenangnya. Dengan hasil itu, Chrisjon kini membukukan rekor 36-0-1 (20 KO)

''Terima kasih pada semua, Craig, Bob, dan semua orang yang telah mendoakan saya dan penonton Indonesia yang telah hadir di sini (Sydney-Red),'' ujar Chrisjon usai bertanding.

Sementara itu, Browne yang tampak kecewa secara jujur mengakui keunggulan Chrisjon. Baginya bisa melawan Chris yang memang pantas sebagai juara dunia, merupakan pengalaman bagus.

''Dia pantas untuk menang. Saya bangga bisa melawan juara WBA dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan kepada saya. Walau kalah, saya tak akan menyerah dan berhenti,'' tandas Browne.

dikutip dari:Suara merdeka

0 Comments:

Post a Comment

<< Home