<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d8987670759279455026', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Monday, August 15, 2005

Jateng Masih Hadapi Masalah Pendidikan dan Pengangguran

Semarang, CyberNews. Dalam usianya yang menginjak tahun ke-55, Provinsi Jateng masih menghadapi sejumlah persoalan. Menurut Gubernur H Mardiyanto, permasalahan paling utama yang masih memerlukan pemikiran dan pemecahan bersama adalah tingkat pengangguran yang relatif masih tinggi, banyaknya penduduk miskin, serta belum optimalnya pendidikan dan pelayanan dasar kesehatan.
''Selain itu juga dihadapkan pada persoalan penanganan penyakit masyarakat, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), serta penyalahgunaan obat terlarang, narkotika, dan zat adiktif lainnya, yang juga belum optimal,'' kata Gubernur dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Ke-55 Provinsi Jateng di halaman Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin (15/8).
Upacara peringatan hari jadi yang mengambil tema ''Dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Kita Mantapkan Kemandirian Jawa Tengah Melalui Peningkatan Kapasitas Daerah'' tersebut, juga dihadiri Ny Hj Effy Mardiyanto, Wagub dan istri, Ny Hj Zaimatun Ali Mufiz, Sekda yang juga Ketua Panitia Hari Jadi, Mardjijono, Wakil Ketua DPRD Abdul Kadir Karding, muspida, para bupati/wali kota, dan tokoh masyarakat.
Untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada, lanjut Gubernur, tidak ada jalan lain kecuali harus sama-sama memberdayakan dan mendayagunakan potensi diri secara cermat dan tepat dengan dilandasi semangat dan jiwa enterpreneurship yang tinggi. ''Ini agar kita semua mampu meningkatkan daya saing dan tawar yang tinggi di era global.''
Dia mengungkapkan, prioritas utama bidang ekonomi sebagai pilar untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat perlu mendapat dukungan dari masyarakat. Kaitannya dengan hal itu bisa dilakukan pembangunan pertanian dalam arti luas, industri kecil menengah/usaha kecil menengah (IKM/UKM) berbasis ekspor, dan pengembangan pariwisata yang berorientasi kemasyarakatan.
Gubernur mengingatkan, Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Jateng harus terus berupaya mengembangkan program pembangunan, menggali anggaran, dan mengakomodasikan berbagai aspirasi warga. Namun demikian, tanpa adanya kepedulian, rasa handarbeni, dan partisipasi masyarakat, program yang sudah tersusun dan didukung anggaran besar, akan sia-sia.
Untuk itu, dalam peringatan hari jadi tahun ini, pihaknya mengajak seluruh warga Jateng untuk tetap meningkatkan iman dan takwa pada Tuhan, serta menjaga keamanan dan ketentraman. Yang tidak kalah penting, juga senantiasa mengembangkan budaya koordinasi, komunikasi, dan kerja sama sinergis sak yeg saeko proyo, dengan menjunjung tinggi falsafah ''berat sama dipikul, ringan sama dijinjing'' dalam mengatasi berbagai persoalan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan hadiah lomba, tali asih, berbagai penghargaan, serta penyematan Satya Lencana Karya Satya untuk 10, 20, dan 30 tahun pengabdian.

dikutip dari: Suara Merdeka

0 Comments:

Post a Comment

<< Home