<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d13691723\x26blogName\x3daryveron\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://tyazmanians.blogspot.com/\x26vt\x3d8987670759279455026', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
      

Friday, August 05, 2005

Suatu tempat yang menyembunyikan lubang-lubang hitam (black holes), telah ditemukan di sepetak wilayah di jagad raya. Hal ini membenarkan dugaan para astronom bahwa jagad kita ini sesungguhnya dipenuhi sumur-sumur gravitasi gelap itu.
Black hole tidak bisa dilihat secara langsung, karena mereka menghisap cahaya dan benda lain yang berada di sekitarnya. Para astronom mendeteksi keberadaannya dengan mengamati perilaku material di sekelilingnya. Biasanya di sekitar black hole ditemukan gas-gas yang menjadi sangat panas dan bergerak cepat - hampir secepat cahaya - sebelum akhirnya terhisap ke dalam black hole. Aktivitas penghisapan ini sekaligus memancarkan sinar-X yang melepaskan diri dari genggaman black hole.
Black hole-black hole yang aktif akan makan dengan rakus sehingga di sekitarnya tercipta gulungan awan gas dan debu raksasa. Gulungan awan itu sangat tebal sehingga tidak dapat ditembus teleskop. Ini seringkali menghalangi penelitian terhadap wilayah di sekitar black hole, dan menjadi tidak mungkin bagi kita mengetahui ada apakah di baliknya.
Black hole yang terlalu aktif ini sering disebut quasar. Mereka bisa melahap massa setara dengan ribuan bintang tiap tahun. Beberapa quasar yang jaraknya amat jauh, menunjukkan bahwa mereka telah ada sejak jagad raya masih muda.
Sedikit saja quasar yang sudah diidentifikasi sampai saat ini, dan banyak lainnya sepertinya menunggu ditemukan. Perkiraan ini didasarkan pada banyaknya sinar-X yang dideteksi dalam survey angkasa luar. "Dari penelitian-penelitian sebelumnya yang melibatkan sinar-X, kami menduga ada banyak quasar tersembunyi, tapi kami tidak berhasil menemukannya," kata pemimpin study Alejo Martínez-Sansigre dari Universitas Oxford, Inggris.
Tapi observasi baru-baru ini menggunakan Teleskop Ruang Angkasa Spitzer NASA berhasil menembus debu dan gas untuk mencari quasar yang tertutup awannya sendiri. Spitzer, yang mencari sinar infra merah, menemukan 21 quasar di suatu bidang yang tampak kecil bila kita memandang langit.
"Nah, bila ke 21 quasar itu kita kalikan dengan bidang-bidang serupa lain di langit, maka akan banyak sekali quasar di sana," ujar anggota tim peneliti Mark Lacy dari Spitzer Science Center di Institut Teknologi California. "Ini berarti sebagian besar black hole raksasa di jagad sebenarnya tak tampak karena disembunyikan awan sekitarnya."
dikutip dari: kompas

0 Comments:

Post a Comment

<< Home